Friday, September 1, 2017

Kembangkan Buah Ciplukan, Wanita Asal Sumedang Raup Rp30 Juta Per Bulan

loading...

Dulu buah ini hanya dianggap sebagai mainan anak-anak.


Buah ciplukan biasanya tumbuh sembarang. Di perkebunan kebun, tegalan sawah, tepi jalan, semak, atau hutan. Keberadaannya sempat dipandang sebelah mata. Padahal, harga jualnya kini telah mencapai Rp250 hingga Rp500 per kilo.

Buah dengan nama latin Physalis angulata L itu dikenal dengan berbagai nama di setiap daerah. Di Jawa dikenal ciplukan, cecendet di Sunda, keceplokan di Bali, leletokan di Minahasa, dan morel berry di Inggris. Di setiap daerahnya, dulu, buah itu hanyalah mainan untuk anak-anak. Tapi kini, buah tersebut menjelma menjadi buah yang dapat menghasilkan keuntungan besar.

Hal itu dirasakan Juwita, salah satu pengusaha ciplukan asal Sumedang, Jawa Barat. Dari hasil penjualan, ia bisa meraup untung hingga Rp30 juta per bulan.

Juwita merintis usahanya tersebut sejak 2015. Ia mengawalinya dengan riset penanaman. Tujuannya untuk menghasilkan kualitas buah premium. Penanaman pertama dimulai dengan lima biji ciplukan. Jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai tiga ribu pohon.

“Dari lima berkembang sepuluh, seratus, tiga ratus, delapan ratus, tiga ribu,” katanya dikutip dari metrojambi.com, Rabu, 30 Agustus 2017.

Juwita bercerita, usahanya tak langsung berbuah manis. Ia sempat merasakan pasang surutnya perdagangan. Pada tahun 2016, ciplukan miliknya dijajak di pasar daerah Sumedang. Buahnya tidak laku sama sekali. Padahal, jualnya masih Rp5 ribu per 120 gram.

Saat itu, ia hanya mendapat laba sebesar Rp100 ribu per bulan. Berkat kegigihannya, wanita berusia 27 tahun itu mencoba peruntungan dengan berjualan online. Ciplukannya dijual seharga Rp150 ribu per kilogram. Sembari berjualan, Juwita memberi pemahaman tentang manfaat dan rasa ciplukan kepada calon pembeli.

“Itu perlu sebagai branding. Sebab, awalnya tidak laku karena orang belum tahu manfaatnya,” kata Juwita.

Dua tahun berjualan dan mengedukasi pembeli, Juwita telah meraup untung besar. Kini, ia terus melakukan beragam inovasi produk ciplukan, misalnya sari buah ciplukan, kismis ciplukan, selai, dan saos ciplukan. Juwita juga melebarkan sayap sebagai pemasok ciplukan di hampir semua supermarket di Jakarta.

“Supermarket yang dipasok diantaranya Rezeki Market, All Fresh, Total Buah, Jakarta Fruit, dan Koki Mart,” akunya.


Selanjutnya>>> Khasiat Buah Ciplukan

Khasiat Buah Ciplukan
Buah ciplukan mengandung banyak zat bermanfaat, di antaranya karbohidrat, lipid, mineral, dan vitamin. Masyarakat biasa memanfaatkan daunnya secara tradisional untuk melawan radang kandung kemih, limpa dan hati. Mandi dengan air rebusan tanaman ciplukan baik untuk untuk meredakan peradangan pada kulit serta rematik.

Dilansir dari brillio.net, ciplukan dapat mengatasi sejumlah penyakit, seperti hepatitis, penyakit jantung, sakit tenggorokan, sakit perut, malaria, asma, ginjal, kandung kemih, penyakit kuning, asam urat, stoke, dan demam. Sementara, buahnya digunakan untuk mengobati bisul, luka, konstipasi, dan masalah pencernaan.

Selain itu, sebuah riset terhadap buah ciplukan juga menunjukkan hal yang menggembirakan. Peneliti mengeringkan ciplukan dan mengekstraksinya dengan etanol 70 persen. Hasilnya, ekstrak ciplukan tersebut memberikan dampak positif dan mampu menginduksi apoptosis (kematian) pada sel kanker payudara. Namun, temuan itu masih perlu penelitian lanjutan untuk bisa dikembangkan menjadi salah satu terapi kanker yang diakui.

Meski buah ciplukan memiliki khasiat yang luar biasa, tetapi jangan mengonsumsinya bersamaan dengan kopi. Konon, malah dapat menyebabkan keracunan. (dwq)

Sumber: otonomi.id
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kembangkan Buah Ciplukan, Wanita Asal Sumedang Raup Rp30 Juta Per Bulan

0 comments:

Post a Comment

loading...