Monday, September 4, 2017

Hindari Keganasan Tentara Myanmar, Pria Rohingya Gendong Ibunya Selama 4 Hari

loading...


Akibat operasi militer Myanmar di wilayah Rakhine, ribuan Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri.  Demi menyelamatkan diri, para pengungsi harus rela berjalan hingga 100 kilometer atau membutuhkan waktu empat hingga tujuh hari menuju tempat perlindungan di Bangladesh.

Dhaka Tribune melaporkan, ada 1.500 orang yang melewati Bichari, wilayah pinggiran di Bandarban, menuju Bangladesh. Bichari terletak dekat dengan perbatasan di Myanmar.

Seorang pemuda bernama Abdul Alim mengaku telah menggendong ibunya selama empat hari demi menghindari operasi militer tersebut. “Kami telah berjalan selama empat hari. Dan ibu saya terlalu tua untuk berjalan sejauh itu. Karena itu saya terpaksa menggendongnya.”

Selama di perjalanan, kata Abdul, para pengungsi tidak mendapatkan makanan atau minuman yang layak. Bahkan dalam hari-hari terakhir, mereka kehabisan bahan makanan. Namun begitu, ia bersyukur masih bisa hidup.  “Setidaknya kami tak mati,” ujarnya.

Hasina, warga Rohingya lainnya juga terpaksa bepergian dengan sang suami kendati dalam keadaan hamil. Ia pun akhirnya melahirkan setelah memasuki Bandarban.  Mereka adalah satu di antara 1.500 pengungsi yang melewati daerah Buchira menuju Ukhia pada akhir pekan lalu.

Ayesha yang hamil sembilan bulan mengaku dia sangat lelah. Ia mungkin akan mengalami sakit persalinan dalam beberapa jam ke depan. Tak sedikit di antara para pengungsi yang membawa hewan piaraan. [islampos]
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hindari Keganasan Tentara Myanmar, Pria Rohingya Gendong Ibunya Selama 4 Hari

0 comments:

Post a Comment

loading...