Genap 72 tahun yang lalu ucapan selamat atas kemerdekaan Indonesia datang dari Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husain. Ucapan selamat itu sekaligus menandakan Palestina yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Tanpa pengakuan dan dukungan dari Palestina, kemerdekaan Indonesia mungkin hanya sebatas wacana yang tak dihargai oleh bangsa lain.
Ucapan selamat hari kemerdekaan dari Palestina pun kembali datang. Ucapan selamat ini datang langsung dari Gaza.
“Eid Istiqlal, Happy Independence Day Indonesia,” ucap puluhan anak-anak Gaza serentak.
Dari Kota Gaza yang masih dikepung dan dijajah sepanjang hari dan sepanjang tahun, kado kemerdekaan itu datang tulus sekali. Berkali-kali anak-anak Gaza ini bahkan mencoba mengucapkan kalimat berbahasa Indonesia.
“Merdeka, merdeka, Eid Istiqlal Indonesia,” kata mereka, seperti dilaporkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Pikiran Rakyat, Rabu (16/8/2017).
Dengan lidah dan logat Bahasa Arab kentalnya, lebih sering terdengar sebagai ‘merdika’ ketimbang ‘merdeka’. Seketika, ekspresi mereka membuat haru, tawa, dan bangga menjadi satu.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendapat kiriman kado kemerdekaan itu hanya berselang beberapa hari sebelum momentum puncak hari kemerdekaan Indonesia 2017.
“Kami mengajak anak-anak yatim piatu dan keluarga yatim yang ayahnya wafat sebagai syuhada. Ada sekitar 100 keluarga yatim yang ikut dalam acara perayaan hari kemerdekaan Indonesia ini,” kata seorang mitra ACT yang bermukim di Gaza.
Sore hari saat perayaan, di sebelah utara Kota Gaza, tepatnya di sebuah bangunan Sekolah Menengah Pertama Putri bernama Fatima binti Asad School, ada bendera Indonesia yang berkibar. Ada ucapan merdeka dan Eid Istiqlal yang diucapkan berkali-kali.
“Kami ceritakan kepada anak-anak ini, Palestina adalah negeri pertama yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan suatu hari nanti, Insya Allah Palestina juga akan memperoleh kemerdekaannya,” kata mitra ACT yang berasal dari Gaza itu.
Selagi merayakan kemerdekaan Indonesia dan mengirimkan doa untuk Indonesia dari Palestina, ACT dan mitra di Gaza juga memberikan kue-kue dan jus buah, satu pesta kecil untuk Indonesia tercipta di hari itu.
“Alhamdulillah mereka juga mengerti dan paham tentang Indonesia, juga sejarah perjuangan bangsanya. Mereka juga akhirnya tahu apa arti kata ‘merdeka’, yang berarti kebebasan atau kemerdekaan atau istiqlal dalam bahasa kami,” ungkap sang mitra.
Dari Gaza, sebuah kado manis sekali lagi hadir di tengah persiapan perayaan hari kemerdekaan Indonesia 2017. Berupa foto-foto anak-anak Gaza yang dilampirkan, ada doa yang juga dikirimkan dari Gaza.
Menurut catatan sejarah, dukungan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia bahkan sudah dimulai sejak belum diucapkannya proklamasi kemerdekaan, yakni tanggal 6 September 1944, atau satu tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.
Terima kasih yang amat besar dari kami, Palestina. []
Tanpa pengakuan dan dukungan dari Palestina, kemerdekaan Indonesia mungkin hanya sebatas wacana yang tak dihargai oleh bangsa lain.
Ucapan selamat hari kemerdekaan dari Palestina pun kembali datang. Ucapan selamat ini datang langsung dari Gaza.
“Eid Istiqlal, Happy Independence Day Indonesia,” ucap puluhan anak-anak Gaza serentak.
Dari Kota Gaza yang masih dikepung dan dijajah sepanjang hari dan sepanjang tahun, kado kemerdekaan itu datang tulus sekali. Berkali-kali anak-anak Gaza ini bahkan mencoba mengucapkan kalimat berbahasa Indonesia.
“Merdeka, merdeka, Eid Istiqlal Indonesia,” kata mereka, seperti dilaporkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Pikiran Rakyat, Rabu (16/8/2017).
Dengan lidah dan logat Bahasa Arab kentalnya, lebih sering terdengar sebagai ‘merdika’ ketimbang ‘merdeka’. Seketika, ekspresi mereka membuat haru, tawa, dan bangga menjadi satu.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendapat kiriman kado kemerdekaan itu hanya berselang beberapa hari sebelum momentum puncak hari kemerdekaan Indonesia 2017.
“Kami mengajak anak-anak yatim piatu dan keluarga yatim yang ayahnya wafat sebagai syuhada. Ada sekitar 100 keluarga yatim yang ikut dalam acara perayaan hari kemerdekaan Indonesia ini,” kata seorang mitra ACT yang bermukim di Gaza.
Sore hari saat perayaan, di sebelah utara Kota Gaza, tepatnya di sebuah bangunan Sekolah Menengah Pertama Putri bernama Fatima binti Asad School, ada bendera Indonesia yang berkibar. Ada ucapan merdeka dan Eid Istiqlal yang diucapkan berkali-kali.
“Kami ceritakan kepada anak-anak ini, Palestina adalah negeri pertama yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan suatu hari nanti, Insya Allah Palestina juga akan memperoleh kemerdekaannya,” kata mitra ACT yang berasal dari Gaza itu.
Selagi merayakan kemerdekaan Indonesia dan mengirimkan doa untuk Indonesia dari Palestina, ACT dan mitra di Gaza juga memberikan kue-kue dan jus buah, satu pesta kecil untuk Indonesia tercipta di hari itu.
“Alhamdulillah mereka juga mengerti dan paham tentang Indonesia, juga sejarah perjuangan bangsanya. Mereka juga akhirnya tahu apa arti kata ‘merdeka’, yang berarti kebebasan atau kemerdekaan atau istiqlal dalam bahasa kami,” ungkap sang mitra.
Dari Gaza, sebuah kado manis sekali lagi hadir di tengah persiapan perayaan hari kemerdekaan Indonesia 2017. Berupa foto-foto anak-anak Gaza yang dilampirkan, ada doa yang juga dikirimkan dari Gaza.
Menurut catatan sejarah, dukungan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia bahkan sudah dimulai sejak belum diucapkannya proklamasi kemerdekaan, yakni tanggal 6 September 1944, atau satu tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.
Terima kasih yang amat besar dari kami, Palestina. []
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO



0 comments:
Post a Comment