Bikin heboh publik, pernikahan pasangan ABG (anak baru gede) ini–Awal Rahman dan Awalia Mar’a–yang berlangsung pada hari Kamis (13/07/2017) di Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan karena sama-sama masih berusia 14 tahun.
Awal–mempelai lelaki adalah warga asal Asayya, Borong Rappoa, Kecamatan Kindang atau sekitar 35 kilometer dari ibukota Bulukumba. Sedangkan Awalia adalah warga Patteneteang, Banyorang Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.
“Sudah dua tahun pacaran memang, dan suka sama suka jadi dikasih menikah, keduanya juga sudah direstui,” kata salah seorang teman pasangan pengantin baru tersebut, Kartini, Jumat (14/07/2017) lansir Tribunbulukumba.
Pernikahan tersebut menyita perhatian publik Bulukumba, sebab idealnya pernikahan baru bisa dilangsungkan setelah berumur 16 tahun atau setelah mendapat identitas kartu tanda penduduk (KTP).
Seperti dilansir Tribun, uang mahar atau uang panaik dalam pernikahan tersebut sebesar Rp 30 juta lebih.
Pihak keluarga Awal Rahman memotong dua ekor kuda, satu ekor kerbau dan memberikan 400 liter beras untuk Awalia Ma’ra, yang semuanya diserahkan pada acara puncak pernikahan.
Kepala Lingkungan Benteng Senggala, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kidang, Mirda mengatakan bahwa orang tua kedua belah pihak memilih menikahkan anaknya karena sudah suka sama suka.
“Kedua pihak orang tua Awal dan Awalia sudah sepakat karena memang suka-sama suka sehingga memilih untuk menikahkannya, uang panaiknya Rp 30 juta,” kata Mirda, Sabtu (15/07/2017).
Ada Sebab Lain dalam Pernikahan Itu
Dia juga mengungkapkan selain karena suka-sama suka, ada urusan lain pihak orang tua masing-masing (tidak dapat dipublikasikan) sehingga mereka segera menikahkannya meski keduanya masih berusia muda.
Pesta di rumah Awal tampak sederhana seperti pesta pada umumnya warga lain di kampung tersebut.
“Oleh pihak keluarga, Awal tetap memanggil kerabatnya yang jauh maupun yang dekat,” kata Mirda.
Sedang keduanya adalah sama-sama lulusan salah satu sekolah di Bantaeng.
Terungkap juga kisah cinta mereka sejak dua tahun terakhir ini. Keduanya sama-sama siswa salah satu sekolah swasta di Erang-erang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng. [islampos]
Awal–mempelai lelaki adalah warga asal Asayya, Borong Rappoa, Kecamatan Kindang atau sekitar 35 kilometer dari ibukota Bulukumba. Sedangkan Awalia adalah warga Patteneteang, Banyorang Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.
“Sudah dua tahun pacaran memang, dan suka sama suka jadi dikasih menikah, keduanya juga sudah direstui,” kata salah seorang teman pasangan pengantin baru tersebut, Kartini, Jumat (14/07/2017) lansir Tribunbulukumba.
Pernikahan tersebut menyita perhatian publik Bulukumba, sebab idealnya pernikahan baru bisa dilangsungkan setelah berumur 16 tahun atau setelah mendapat identitas kartu tanda penduduk (KTP).
Seperti dilansir Tribun, uang mahar atau uang panaik dalam pernikahan tersebut sebesar Rp 30 juta lebih.
Pihak keluarga Awal Rahman memotong dua ekor kuda, satu ekor kerbau dan memberikan 400 liter beras untuk Awalia Ma’ra, yang semuanya diserahkan pada acara puncak pernikahan.
Kepala Lingkungan Benteng Senggala, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kidang, Mirda mengatakan bahwa orang tua kedua belah pihak memilih menikahkan anaknya karena sudah suka sama suka.
“Kedua pihak orang tua Awal dan Awalia sudah sepakat karena memang suka-sama suka sehingga memilih untuk menikahkannya, uang panaiknya Rp 30 juta,” kata Mirda, Sabtu (15/07/2017).
Ada Sebab Lain dalam Pernikahan Itu
Dia juga mengungkapkan selain karena suka-sama suka, ada urusan lain pihak orang tua masing-masing (tidak dapat dipublikasikan) sehingga mereka segera menikahkannya meski keduanya masih berusia muda.
Pesta di rumah Awal tampak sederhana seperti pesta pada umumnya warga lain di kampung tersebut.
“Oleh pihak keluarga, Awal tetap memanggil kerabatnya yang jauh maupun yang dekat,” kata Mirda.
Sedang keduanya adalah sama-sama lulusan salah satu sekolah di Bantaeng.
Terungkap juga kisah cinta mereka sejak dua tahun terakhir ini. Keduanya sama-sama siswa salah satu sekolah swasta di Erang-erang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng. [islampos]


0 comments:
Post a Comment