
Buat para perempuan yang akan segera menjadi calon ibu atau baru mau akan menikah, kelak jangan hanya ajari anak lelakimu untuk tidak menangis tapi ajari juga mereka untuk tidak membuat perempuan menangis.
Selama ini kita sering mendengarkan para orang tua mendidik anaknya dengan memberikan larangan atau melarang anak laki-lakinya untuk menangis. “Cowok kok nangis?” atau “Jangan nangis kayak anak cewek ah!”, begitu kata mereka. Berulang kali. Namun kita tidak pernah mendengarkan para orang tua mengajarkan atau melarang anak laki-lakinya agar tidak membuan anak perempuan menangis. Terispirasi dari sebuah filem pendek ‘Start With The Boys’ dari Vogue India di Viddsee BUZZ, yuk mulai dari sekarang untuk mengajarkan anak laki-laki kita kelak agar tidak membuat anak perempuan menangis. Agar menjadi kebiasaan ketika dewasa kelak.
Semua orangtua pasti tidak ingin melihat anak laki-lakinya menangis alias cengen karena itulah sedini mungkin mereka selalu mengarakan untuk tidak menangis karena mereka adalah seorang anak laki-laki bukan anak perempuan. Sebenarnya secara tidak langsung ajaran ini akan membuat mereka berfikir kalau menagis itu adalah sesutu yang buruk yang tidak boleh dilakukan oleh anak laki-laki dan hanya boleh anak perempuan saja yang melakukannya. Ni juga membentuk pola berfikir mereka bahwa mereka lebih baik dari anak perempuan.
Pernahkan kamu berpikir bahwa Jargon “Cowok Kok Nangis?” seolah menjadi program negatif yang (mungkin) secara tidak sengaja kamu tanamkan ke pikiran bawah sadar mereka. Jargon itu seolah memiliki makna lain bahwa anak laki-laki boleh menyakiti anak perempuan. Tidak sulit bukan menemukan anak laki-laki di luaran sana menggangu teman perempuannya lalu membuatnya menangis?. Hal itu akan terus mendominasi dan mengendalikan hidupnya kelak ketika dewa sehingga mungkin mereka akan menjadi pribadi yang suka mempermainkan perasaan seorang perempuan, (kekasih atau seseorang yang menyukainya).
Setiap apa yang kamu ajarkan pada anak-anakmu kelak akan mendorong mereka untuk mengembangkan pola pikirnya, sehingga ketika mereka diajarkan untuk tidak menangis karena mereka anak cowok membuat mereka berfikir seandainya mereka anak perempuan mereka boleh menangis. Dan mereka akan menyimpulkan sendiri perempuan menagis itu tidak apa-apa, jadi kelak kalau disakiti lalu mereka menagis itu tidak masalah
Ajaran itu juga membuat mereka berfikir bahwa menagis itu hanya boleh dirasakan oleh anak perempuan saja. Lantas mereka beranggapan bahwa mereka telah diperlakukan secara tidak adil, sehingga merekapun kadang melampiaskannya dengan membuat anak perempuan menangis.
Sekali-sekali jangan lupa untuk memberitahukan pada mereka bawa menagis itu boleh dirasakan oleh siapa saja tanpa ada batasan dan perbolehkan mereka untuk menagis. Karena tujuan mengatakan cowok kok menagis itu karena tidak ingin membuat mereka menjadi cengeng jangan lupa memberitahukan alasan orang-orang itu menagis. Beri tahu mereka bahwa setiap orang yang menagis itu punya alasan sendiri.
Kalau mereka menagis sebaiknya tanyakan mengapa mereka menagis bukan cowok kok menagis? Benar memang jargon itu mengajarkan mereka untuk tidak menjadi cewek tapi jangan sampai ajaran itu menjadi terlihat seperti larangan. Kalau mereka mengais tanyakan apa yang membuat mereka mengis lalu tanyakan juga apakah dengan mengis akan membantu mereka mengatasi masalah yang membuat mereka menagis.
Kalau sudah mengajarkan mereka untuk tidak menagis, karena mereka adalah cowok karena seorang cowok itu harus tegar, lalu ajarkan mereka pula untuk tidak membuat perempuan menagis. Karena membuat seorang perempuan mengis itu adalah sebuah tindakan yang memalukan atau sesuatu yang buruk.
Selanjutnya secara perlahan ajarkan mereka untuk tidak menjadi penyebab atau sumber masalah yang menyebabkan seorang perempuan menagis. Sebaliknya ajarkan mereka untuk membuat seorang perempuan atau menjadi sumber kebahagian bagi orang lain dengan cara yang benar.
Ajarkan mereka untuk tahu kapan harus menunjukkan sikap tegasnya di hadapan perempuan. Jangan sampai mereka salah mengartikan sikap tegas dan keras itu sama. Dengan mengajarkan mereka bagaimana bersikap tegas seseungguhnya, kelak hal ini akan mencegah terbentuknya pribadi yang pesikopat dalam diri mereka.
Yang namanya anak kecil pasti beranggapan sesuatu yang dilarang itu adalah hal yang buruk dan tidak boleh dilakukan. Sehingga mereka akan meyakini bahwa laranga ‘Cowok Kok Menagis’ itu adalah sesutu yang baruk. Jika mereka sudah mengajarkan mereka hal demikian jangan lupa untuk menanamkan pola pikir bahwa membuat perempuan menagis itu lebih buruk dari seorang cowok menangis.[duapah]
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO

0 comments:
Post a Comment