Tuesday, November 17, 2015

PHP: Bangkitlah, Jangan Menyiksa Diri

loading...

Oleh: Hanif Fakhrunnisa



Ketika terjebak dalam sebuah situasi "pink" yang memang dibuat sendiri oleh dua insan.
Kemudian sang pria berkata, "Maaf, aku gak bisa menyegerakan. Aku harus menunggu 2-3 tahun lagi. Maaf bila ada sesuatu di antara kita. Bersikaplah biasa, karens kita bukan siapa-siapa.


Lantas sang perempuan menjawab, "Kita bukan siapa-siapa dan kau tak perlu minta maaf. Tak ada yang perlu kita akhiri bukan? Karena kita oun belum memulai."

Bukankan ini menentramkan?
Ending yang indah menurutku.
Sedih tentu, sedih di awal bagi keduanya.
Kejujurannya memang menyakitkan, tapi melegakan untuk selanjutnya. Daripada menjalani hidup dengan kode-kodean dari dia. Daripada dipenuhi harapan yang tak pasti. Daripada 'dosa', setidaknya akan membuat pelakunya futur.
Karena akan sangat menyakitkan hidup dg harapan yang gak jelas, kode yg aneh, futur krn inget dia.

Lekaslah meminta kepastian.
Bagi antum yang sering interaksi dg lawan jenis dan merasa ada yang janggal.
Gak ada yang salah dengab meminta kepastian.
Atau stop langsung interaksi itu.

Terima kasih atas kisah di atas, setahun yang lalu. Ceritanya nyata. Kalimatnya beda dikit, inti sama.
Eits, tentu saja yg perempuan nangis berhari-hari. tapi kan gak tersiksa lagi setelahnya.

HF
2 Shafar 1437 H

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : PHP: Bangkitlah, Jangan Menyiksa Diri

0 comments:

Post a Comment

loading...