Tuesday, September 8, 2015

Kita Memang Harus Berpisah

loading...

Oleh: Hanif Fakhrunnisa

Kita memang harus berpisah
Tidaklah ada pertemuan tanpa ada perpisahan
Sama halnya tak ada permulaan tanpa akhir

Kita memang harus berpisah
Karena pundak masing-masing kita memiliki amanah yang berbeda

Kita memang harus berpisah
Menjemput rizki kita masing-masing
Menjalani takdir yang telah tertulis

Kita memang harus berpisah
Apalah arti sebuah perpisahan
Kata seorang senior, "Dirimu ada di dalam doaku, dik."
Melayang membaca pesannya

Kita memang harus berpisah
perpisahan sementara
Suatu saat kita akan bersua di tempat dan waktu yang tepat
dengan kondisi yang in syaa Allah lebih baik

Kita memang harus berpisah
Maka kabarkanlah kepadaku berita gembira maupun dukamu
Dengannya, kita masih terikat dengan doa

Kita memang harus berpisah
Sekalipun raga tak bersama
Saling menasihatilah agar selalu dalam ketaatan
dan keistiqamahan meniti jalan mencari ridha-Nya

Kita memang harus berpisah
Perpisahan sementara di dunia
Dan semoga kita berkumpul bersama di Jannah-Nya
Carilah aku bila kalian tak menemukanku di Jannah

HF
Diselesaikan 2.12
Selasa, 25 Agustus 2015

---------------------------------------------------------------------------------

Tulisan ini -entah apa namanya- didedikasikan untuk my beloved friends yang telah meninggalkanku. pergi untuk melanjutkan perjuangannya di tanah kelahirannya.

Untuk kalian semua temanku...
Temen seperjuangan bertemu di ma'had Rizki, sekarang di Tegal.
Mbak Eva, temen sekamar di ma'had, sekarang di Kebumen.
Mbak Ariska, sekarang di Wonogiri.
Mbak Arini Mayan Fa'ani -nama yang indah, mbak-, di Malang.
Mbak Ilyan dan Mbak Ulya.
Temen-temen Qis'ar..
Mbak Sri Mulyati..ehh teteh Lia yang sekarang di Kebumen.
Untuk kalian juga, yang suatu saat pasti akan berpisah..
Rani, Fathonah, Lukluk, Mbak Mitha, dan Naya yang pasti akan ke Lampung..

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kita Memang Harus Berpisah

0 comments:

Post a Comment

loading...