Oleh: Hanif Fakhrunnisa
Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati.
Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah.
Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah.
Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna.
Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita tersebut meninggal, karena kehabisan darah.
Begitulah mata. Dengannya kau mampu melihat indahnya dunia. Tapi dengannya pula is mampu membawa kehancuran dunia akhirat untukmu.
Tahanlah pandanganmu dari yang haram agar hatimu tak ternoda.
Cinta yang timbul karena pandangan mata, suatu saat akan sirna.


0 comments:
Post a Comment