Thursday, July 9, 2015

Catatan Pertemuan #2 Kajian Kitab Afatul Lisan

loading...


1. Syaikh Nawawi Al Bantani dalam Tafsir beliau menjelaskan makna di balik urutan larangan dalam ayat:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain..." [QS Al Hujurat: 12]
- Biasanya semua berawal dari prasangka (zhann)
- Setelah berprasangka, maka dia akan membuktikan prasangkanya itu dengan tajassus, yakni menyelidiki keadaannya apakah benar prasangkanya itu.
- Setelah selesai menyelidiki dan mendapati bahwa faktanya ternyata sesuai prasangkanya, baru dia membicarakannya, dan jatuhlah pada ghibah atau menggunjing.
Maka jika sudah berprasangka, segera istighfar dan jangan diteruskan menyelidiki (tajassus), yang kemungkinan akan berakhir dengan ghibah.
2. Pada surat Al Humazah ayat pertama: Celakalah setiap humazah al lumazah. Bedanya, humazah adalah mencela dengan perbuatan, semisal jempol diarahkan ke bawah (thumb down) atau isyarat lainnya. Sedangkan lumazah adalah mencela dengan kata-kata.
3. Ghibah adalah membicarakan sesama muslim sesuatu yang memang ada pada dirinya, saat dirinya tidak ada di situ, dimana jika dia tahu, ia tidak suka. Jika tidak ada pada dirinya, maka itu berarti kedustaan terhadapnya.
4. Menurut mayoritas ulama, ghibah termasuk dosa besar yang terdapat ancaman khusus terhadap pelakunya. Di akhirat mereka mencakar wajah mereka sendiri dengan kuku dari tembaga.
5. Boleh menceritakan aib sendiri jika ada mashlahat di situ. Sebagaimana 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- bercerita bahwa dirinya mengghibah Shafiyyah -radhiyallahu 'anha- dengan mengatakan "dia itu pendek", lalu ditegur keras oleh Nabi. Jika 'Aisyah tidak menceritakan aib beliau, niscaya kita tidak akan tahu hadits tentang ibu.

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Catatan Pertemuan #2 Kajian Kitab Afatul Lisan

0 comments:

Post a Comment

loading...