1. Muqaddimah, bisa dibaca juga Muqaddamah. Kalau yang pertama artinya "yang mendahului", sedangkan yang kedua artinya "yang didahulukan".
2. Bahaya lisan secara umum dibagi dua:
- Berkata yang batil
- Diam dari berkata yang benar.
- Diam dari berkata yang benar.
Yang pertama disebut sebagai syaithan nathiq alias setan berbicara. Sedangkan yang kedua disebut syaithan akhras alias setan diam.
Biasanya orang yang diam tidak mau menyuarakan kebenaran adalah orang yang mura'in, yaitu ingin dilihat oleh orang lain bahwa ia sepaham, satu barisan dengannya. Bisa juga ia orang yang mudahin, yaitu basa-basi untuk mendapatkan duniawi dengan mengorbankan agama.
Dan mayoritas manusia tidak lepas dari kedua bahaya di atas. Walaupun dia seorang yang bisa menahan diri dari perbuatan keji seperti riba, judi, dll tapi dia tidak bisa lepas dari berlisan buruk. Bahkan orang yang ditokohkan dalam agama, ibadah, dan takwa, ternyata mudah berkata-kata yang membuat Allah murka.
3. Mashadir (jamak dari mashdar) dengan maraji', keduanya sering diterjemahkan sebagai "sumber". Bedanya, mashdar adalah sumber asli. Misalnya mengutip sebuah hadits langsung dari kitab hadits (Shahih Bukhari, Muslim, Sunan Abu Dawud). Sedangkan maraji' adalah sumber tidak langsung. Contohnya mengutip hadits dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An Nawawi, atau mengutip perkataan seorang ulama dari kitab ulama lain, misalnya mengutip perkataan Ibnu Taimiyah bukan dari kitab beliau, tapi dari kitabnya Ibnul Qayyim, muridnya.

0 comments:
Post a Comment