Tuesday, November 25, 2014

Al-Fatih VS Dracula : Kebaikan VS Kejahatan

loading...



Cerita ini bermula ketika HMJ mengadakan sebuah acara tahunan dengan tema Arab. Acara ini berlangsung selama 2 hari berturut dengan berragam acara. Salah satu acara yang diadakan adalah Seminar  hmmmm lebih tepatnya bedah buku.
Buku yang dibedah adalah buku karya Ustadz Felix Y. Xiauw dan Sayf Muhammad Isa. Hayooooo tau nggak, judul bukunya….?
Yappp, judulnya “The Chronicles of Ghazi”..
Ahhh.. bukunya bagus, sangat keren. Buku sejarah dengan sudut pandang Islam, so ini buku objektif melihat sejarah. Sebenarnya buku ini merupakan trilogy, namun baru dwilogi yang sudah diterbitkan. Adapun HMJ hanya akan membedah buku pertama, “The Chronicles Ghazi” dengan narasumber ustadz Sayf Muhammad.. subhanalllah.. 
Tentang apa sih itu buku?
hayoooooo tau gak ? hehehee
Ghazi……..apa itu? Ghazi itu sebuah sematan untuk seorang pembela agama, dalam hal ini Muhammad Al-Fatih. JHmmm Subhanallah, aku sungguh sangat mengagumi Muhammad Al-Fatih. Inget kan, Al-Fatih itu sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah pasukan terbaik
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hambal Al-Musnad 4/335]
Maa Syaa Allah.  Muhamamad Al-Fatih atau Mehmed 2 adalah penakluk Konstantinopel (kota paling strategis dari dulu hingga sekarang), sekarang Spanyol. Muhammad Al-Fatih sejak baligh kagak pernah ketinggalan sholat jama’ah di masjid (walau cuma telat takbir pertama), kagak pernah meninggalkan sholat rawatib dan qiyamul lail.  
Nah, salah satu lawan dari Muhammad Al-Fatih adalah Dracula. Kok namanya lebih santer daripada Al-Fatih yeee? Yaiyalah bro, lha wong ‘Barat’ mencoba memutar sejarah dengan memperkenalkan Dracula sebagai sosok penghisap darah dan kagak bisa mati yang ada di novel Dracula karangan Bram Stoker yang terbit pada tahun 1895. Jadi ‘Barat’ ingin menghapus peran besar Muhammad Al-Fatih penakluk Konstantinopel dan sekaligus penakluk Dracula dengan menciptakan novel Dracula. Halah, itu novel cuma fiktif belaka!!!
Dracula itu sebenarnya sebuah gelar yang diberikan kepada  seorang penguasa sebuah negeri di daratan Balkan bernama Wallachia (sekarang Romania bagian selatan). Nama asli Dracula adalah Vlad, tepatnya Vlad III yang usianya .
Kenapa bisa dapat gelar Dracula? Hemmmmm Vlad III mendapatkan gelar Dracula karena ayahnya, Vlad II, bergelar Dracul (naga). Dalam bahasa Romania, akhiran ulea bermakna anak-dari. Dengan demikian gelar Draculea maknanya anak dari Dracul atau Putra Dracul. Pada perkembangan selanjutnya penyebutannya menjadi Dracula saja.
Tau gak sih……….?
Dracula adalah seorang penguasa yang amat kejam baik bagi rakyatnya sendiri maupun bagi kaum muslim. Karena kekejamannya ini, dia mendapatkan gelar yang tidak sedap, yaitu “ Țepeș”, yang berarti Pemancang. NGERI, TRAGIS dan KEJAM!!! Dia gemar sekali membunuh orang-orang yang berseberangan dengannya dengan cara dipancang (menusuk dari bagian anus hingga tembus ke dada atau leher dengan tiang pancang). Tiang pancang itu kemudian ditegakkan di tanah seperti tiang bendera.
Sultan Muhammad al Fatih dan Dracula kemungkinan sempat tumbuh bersama di Edirne, dan kemungkinan besar mereka saling mengenal. Banyak pecah pertempuran antara keduanya, dan salah satu pertempuran yang cukup terkenal adalah Pertempuran Malam (The Night Attack, atau Atacul de Noapte de la Targoviste) yang pecah pada tanggal 17 Juni 1462. Pertempuran ini dilatarbelakangi oleh sikap Dracula yang menolak membayar Jizyah (pajak, kn wajib membayar jizyah bahi nonmuslim). Tidak hanya itu, dia juga menyerang Bulgaria (yang ketika itu telah menjadi wilayah Khilafah Ustmani) kemudian membantai 23 ribu orang Turki dan orang Bulgaria dengan cara dipancang. Ketika mengetahui hal itu, Sultan Muhammad al Fatih membangun sebuah pasukan besar untuk menyerang Dracula dan menaklukkan Wallachia. Pertempuran Malam adalah salah satu fase pertempuran yang terjadi dalam upaya menaklukkan Wallachia dan menaklukkan Dracula ini.
Nah,,, Ketika mengetahui perbuatan Dracula, Sultan Muhammad al Fatih segera membentuk sebuah angkatan perang yang disebut-sebut berjumlah besar setelah jumlah yang beliau kerahkan ketika menaklukkan Konstantinopel. Pada tanggal 26 April atau 17 Mei 1462 M, Muhammad al Fatih memberangkatkan pasukan besar ini di bawah pimpinannya sendiri menuju Wallachia.
ehhh ternyata, Seorang adik tiri Dracula yang telah masuk Islam yang bernama Radu (Radu cel Frumos atau Radu The Handsome alias Radu si Ganteng, mungkin karena memang wajahnya ganteng (hehehe, seganteng apa ya??) ikut dalam perang ini. Dia memimpin 4000 pasukan berkuda. Untuk menghadapi serangan ini, Dracula meminta bantuan kepada Mathias Corvinus, Raja Hongaria. Untuk memuluskan terkabulnya permohonan ini, Dracula berjanji bahwa dia akan berpindah dari Kristen Ortodoks kepada Kristen Katolik (agama memang bukan urusan penting bagi Dracula!!!). Sayangnya Corvinus tidak memedulikan permohonan itu. Sebelum pertempuran, dipercaya bahwa Dracula berkata begini kepada pasukannya, “Adalah lebih baik agar mereka yang memikirkan kematian untuk tidak mengikuti aku.”
Pasukan kaum muslim menyeberangi sungai Danube yang lebar hingga tiba di Vidin. Di sana, mereka harus mundur karena ditembaki panah oleh pasukan Dracula. Namun dengan perjuangan yang gigih akhirnya seluruh pasukan muslim berhasil menguasai wilayah itu dan mengusir pasukan Dracula. Pasukan muslim kemudian terus bergerak maju. (gak takut perang, berani mati :-) )
Untuk menghadapi gerak maju ini, Dracula menggunakan taktik bumi hangus. Dia menghancurkan apapun yang dia anggap bisa berguna bagi pasukan muslim. Selain itu dia juga membuat rawa-rawa dengan membelokkan aliran sungai agar pasukan muslim sulit bergerak. Berbagai binatang ternak dan binatang buruan ditangkapnya dan dibawanya ke hutan agar tidak ada hewan yang bisa diburu pasukan muslim untuk dijadikan bahan makanan. Dia juga meracuni air sungai dengan cara meletakkan berbagai jenis bangkai di dalamnya. Selain itu, bermacam jebakan pun dibuatnya. Dia memerintahkan orang-orangnya yang mengidap berbagai penyakit mematikan seperti TBC, Sipilis, dan Lepra, untuk menyamar dan berbaur dengan pasukan muslim. Sehingga penyakit-penyakit ganas itu pun kemudian tersebar di tengah-tengah pasukan muslim. Pada perang itu Dracula sudah menggunakan senjata biologis. *jahat banget ya... kejam
Tak kenal menyerah, pasukan muslim terus maju. Sampailah mereka di sebelah selatan Targoviste, ibukota Wallachia. Sultan Muhammad al Fatih memutuskan untuk berkemah di sana guna menyiapkan penyerangan menaklukkan Wallachia. Malam itu dengan kemampuan menyamarnya dan kefasihannya berbahasa Turki, Dracula menyusup ke perkemahan pasukan muslim. Di sana dia mempelajari formasi dan berbagai hal penting yang terkait dengan pasukan muslim. Setelah itu secara mendadak, dia mengomando pasukan berkudanya untuk turun dan menyerang perkemahan pasukan muslim. Pada Pertempuran Malam ini cukup banyak prajurit muslim yang menjadi korban. *sediiiih tapi mereka bahagia menjemput kesyahidan
Pada hari selanjutnya, Sultan Muhammad al Fatih memerintahkan prajuritnya untuk mengepung Targoviste. Ketika Sultan memasuki gerbang kota yang tidak dijaga itu, Sultan terkejut bukan main. Di dalam kota Targoviste itu 20.000 prajurit muslim dibantai dengan cara dipancang. Kota itu sudah penuh dengan tiang pancang yang tak ubahnya seperti hutan, dengan mayat-mayat membusuk tersangkut di tiang-tiang pancang itu. Darah pun mengering dan bau bangkai menyengat hidung. Karena tidak tahan menatap kebiadaban itu, Sultan memerintahkan prajurit untuk mundur keluar Targoviste. Seperti itulah kebiadaban Dracula. nah lho apa namanya kalo bukan jahat bin kejam bin bengis...??
Dia dibunuh pada tahun 1477 di jalan antara Bukares dan Giurgiu. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke hadapan Sultan Muhammad al Fatih di Konstantinopel..
Jadi, Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov.
panjang banget ya? hehhe semoga paham... :) :)
Ehem ehem biar mudah memahami, berikut kronologinya:
KRONOLOGIS SINGKAT PENAKLUKAN DRACUL
Ø  Sejak berumur 13 tahun, vlad III dracul dan adiknya radu cel frumos, dijadikan jaminan bagi kesetiaan ayahnya terhadap kesultanan utsmani
Ø  Berbeda dengan adiknya yang memilih menjadi muslim, Vlad III malah memendam kebencian terhadap Islam dan terhadap ayahnya yg mau tunduk pada Islam.
Ø  Dalam hatinya, Vlad III selalu cari cara untuk menghancurkan kaum Muslim dan memngembalikan kehormatan ordo naga yg dilantik penguasa kristen.
Ø  Sampai pada suatu waktu dia memiliki kesempatan untuk menjadi pasukan menuju wallachia utk membebaskan tanahnya yg dijajah pihak Hungaria (menyusup)
Ø  Tak lama kemudian dracula membelot dari pasukan Islam, membunuhi semua pasukan yg membantunya menguasai kembali wallachia, ia khianat..
Ø  Tatkala mengetahui kejadian ini, Sultan Al-Fatih tugaskan Hamzah Pasha untuk membawa 10.000 pasukannya untuk membawa dracula ke istanbul
Ø  Dengan kejeniusan perangnya dan kelicikan strateginya, 10.000 pasukan hamzah pasha dipancang, dan ditegakkan laksana hutan mayat
Ø  Tatkala Sultan Al-Fatih berjalan menuju tempat itu pada 1461, terkejutlah ia saat melihat 10.000 mayat yg dipancang dengan kejam
Ø  Masing2 mereka ditusuk dari dubur, lalu ujungnya ada yg keluar dari mulut, kepala, leher, bahkan dadanya, ditegakkan laksana hutan
Ø  Mayat2 kaum Muslim itu sudah membusuk, 10.000 orang, dan mayat Hamzah Pasha dipancang paling tinggi untuk menggambarkan pangkatnya
Ø  Getir menyelimuti dada Sultan Al-Fatih, penghinaan dan penyiksaan yang sangat luar biasa kejamnya dilakukan oleh Vlad III Dracul
Ø  Semenjak itu dia dijuluki Vlad sang pemancang (vlad the impaler) dan bram stoker terinspirasi kekejaman itu untuk novelnya
Ø  Setelah kejadian itu, Sultan Al-Fatih menugaskan 90.000 pasukannya untuk mengepung dracula di kastilnya, dengan adik dracula sebagai komandan
Ø  Pada 1462 cetatea poenari dikepung kaum Muslim, kastil yg menjulang tinggi di bukit itu jadi saksi pertempuran malam (atacul de noapte).
Ø  Atas izin Allah, Radu Cel Frumos berhasil menguasai Wallachia kembali, mengembalikannya pd Islam dan menghentikan kakaknya
Ø  Pada sekitar 1476, Dracula terlibat dalam perang dgn tentara spahi utsmani yg dikirim oleh Sultan Al-Fatih di dekat Bucharest.
Ø  Disana Dracula berhasil dipenggal. kepalanya dibawa ke Istanbul, dihadapkan kepada al-fatih sebagai bukti kematiannya
Ø  Kepalanya adalah bukti bahwa org yg bengis dan haus darah ini benar-benar telah mati, sedangkan badannya dikubur di biara snagov

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber:
Buku “Muhammad Al-Fatih 1453″ – Ustadz Feliz Siauw

http://mkydmi.wordpress.com/2013/08/17/sejarah-nyata-dracula-dan-muhammad-al-fatih/


loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Al-Fatih VS Dracula : Kebaikan VS Kejahatan

0 comments:

Post a Comment

loading...